30 July 2007

TDA Bussiness Conference at YM XI

TDA Bussiness Conference at YM XI dengan narasumber bapak Rusman Hakim ( Pengamat Kewirausahaan )hari jumat 27 juli 2007 pkl. 14.20 - 16.20 :

Materi : Untuk materi berhubung banyak kata yang terpotong akibat gangguan YM silahkan liat di Blog pak Rusman Hakim dengan judul tulisannya : SEBUAH PESAN KEPADA WIRAUSAHAWAN INDONESIA http://rusmanhakim. blogspot. com/2006_ 04_01_archive. htmlBegitu juga berhubungan dengan acara TDA Bussiness Conference XI pak roni membuat tulisan :http://roniyuzirman .blogspot. com/2007/ 07/tidak- harus-menjadi- tda-yang-penting.html

Untuk sesi Tanya jawab:
1. Question ( Debby B ): Di masyarakat kita kadang terlihat betul perbedaan pandang terhadap sikaya dan si miskin,bagaimana kita hrs menempatkan diri?Jawaban Narasumber :yang penting kita harus bisa menyesuaikan diri baik ke atas, mau pun ke bawah. Saya liat baik si kaya mau pun si miskin pola pikirnya sama-saja. Saya hanya ingin mengajak agar rekan-rekan tidak semata-mata bermotivasi ke arah materi atau kekayaan, karena itu tidak etisSaya sering membahas tentang SKT yaitu Sindrom Kehilangan Tujuan, kalau kita hanya berorientasi ke arah materi akan terjangkiti sindrom tersebut contohnya : Di kalangan bawah, misalnya di antara rekan-rekan yang berprofesi sebagai pengemudi, office boy dll. yang bekerja di perusahaan besar, gaji besar, Lalu mereka merasa sudah "berlebih", sehingga timbul SKT. Mereka gak tau untuk apa lagi uang lebih itu, maka timbullah niat yang aneh-aneh, Di kalangan menengah SKT juga sama, karena tidak punya "life plan" yang jangka panjang dan komperhensif. Di kalangan atas, ya sama juga... Mereka berjudi ngabisin waktu dan uang di Las Vegas berjudi, pelihara isteri-isteri simpanan..Menurut saya, alangkah baiknya kalau motivasi bisnis itu diselaraskan dengan pikiran-pikiran positif..Wacana entrepreneurship atau wirausaha, adalah wacana kepemimpinan (leadership) ..Oleh sebab itu, seyogyanyalah kita "eling" dengan apa intisari leadership itu..Inti sari leadership tidak lain dari "pengorbanan" atau "bekerja untuk orang banyak", jadi kita akan selamat dari yang namanya Sindrom Kehilangan Tujuan2. Question ( zaibtm03 ):Sekarang banyak sekali training 2 motivator, dan banyak sekali bacaan rujukan 2,yang tadi seperti kata bapak ujung nya kaya ? Amerika ? sebaiknya ?gimana tanggapan bapak tentang hal seperti itu, kalau saya ingat kta pak Haji Alay "Dengan kaya lebih leluasa untuk ibadah dan berzakat, serta memunaikan haji, membantu umat ini ? "Jawaban Narasumber :Fenomena banyaknya motivator harus kita syukuri, setidaknya itu membantu bangsa kita untuk mau maju. Saya tidak menggunakan istilah "kaya",Kalau hanya untuk isi perut?Kita bisa setir mobil satu buah, jadi buat apa punya mobil banyak2 buat sendiri?Pedomannya begini, sekali semua kebutuhan dasar kita terpenuhi, maka sejak itulah saatya kita harus bekerja untuk orang banyak..Semua kelebihan yang kita punya, merupakann surat tugas dari Tuhan YME untuk kita berbuat lebih banyak untuk kesejahteraan umat manusia dan semua makhluk. Kebahagian hakiki yang nilainya paling tinggi adalah bekerja untuk umat..Hikmahnya adalah, kita tidak akan pernah dihinggapi stres atau tekanan mental

3. Question ( Aribayat ): Saya memandang kepedulian pemerintah terhadap UKM udah ada peningkatan terbukti di bentuknya kementrian yang menangani UKM ini. bagaimana tip dan trik untuk mendapatkan kemudahan yang di berikan perintah tersebut pak?dalam hal penyaluran dana untuk UKMJawaban Narasumber :Kita ikut gembira pemerintah peduli dengan UKM dg adanya kementerian UKM. Tapi ingat, pemerintah tidak mungkin kerja sendirian..Anda harus punya konsep yang bagus, yang sesuai dengan rencana kerja pemerintah.. Untuk itu Anda bisa datang langsung ke Kementerian UKM, pasti disambut baik..Question : untuk bisa bermitra dengan BUMN bagaimana? adakah syarat tertentu yang harus kita lengkapi , dan adakah jurus jitu dari bapak biar bisa goal?Jawaban Narasumber :Anda bisa buat proposal yang bagus, misalnya bagaimana mengurangi kemacetan lalulintas di jalan tol, Anda bisa datang ke Jasa marga dst..
Question : maaf maksud saya biasanya BUMN mempunyai binaan UKM, dimana UKM ini akan mendapatkan dana mereka ? sedangkan dari kita yang sudah mempunyai usaha untuk pengembangan membutuhkan dana dan fasilitas yang mendukung. mungkin bapak bisa memberikan contoh proposal kepada member agar bisa mendapatkan kemudahan yang telah diberikan pemerintah tersebut, sehinga kendala dana yang di hadapi entrepreneur muda bisa teratasi, kalau potensi saya yakin ada, semangat apalagi sangat dahsyatJawaban Narasumber :Perlu diingat bahwa orang pemerintah itu birokrat, jadi mereka gak menguasai lapangan di dunia bisnis, jadi kita yang harus mengajukan gagasan-gagasan segar yang tepat guna..Betul. Anda datang saja ke masing-masing BUMN yang dituju, memang ada program pembinaan UKM di sana. Sekali lagi Anda harus punya konsep dan memenuhi persyaratan2 tertentu.Bukan saja di BUMN Pak, di swasta juga ada, contohnya di Astra..Mungkin klise ya kalau saya bilang faktor pendanaan itu nomor dua, tapi modal nomor satu, ya yang Anda sebut itu, potensi diri dan semangat.Saya sudah membuktikan sendiri hal tersebut, jadi saya tidak merasa itu ungkapan klise..Kalau Anda punya produk yang oke, barangkali ada baiknya di pamerkan di luar negeri sekalian. Anda bisa hubungi BPEN (Badan Pembinaan Ekspor Nasional). Untuk menambahkan informasi tentang pembinaan UKM oleh BUMN silahkan kunjungi : http://www.pertamin a.com/pkbl/ files/SyaratPUKK .asp

4. Question ( sabry_ichsan ): Bgmn menghindari/ mengkikis pengaruh 'materialistik' dlm motivasi kita?Jawaban Narasumber :Saya bisa mengutip apa yang Sang Buddha bilang: kalau Anda menginginkan sesuatu kenikmatan, maka di situlah awal penderitaan Anda..Kebahagian mendapatkan sebuah benda adalah setitik air, tapi kebahagian memberikan benda tsb kepada orang lain, lebih besar dari sebuah samudera..
5. Question ( Iim Rusyamsi ): pak rusman, jika dana bantuan binaan UKM di BUMN atau di swasta, apakah sama dengan dana dari CSR mereka?Jawaban Narasumber :kalau mekanismenya saya gak tau pasti pak. Tapi prinsipnya sama. Untuk mendapatkan itu, pertama harus ada proposal/konsep, lalu ada point2 persyaratan tertentu..
6. Question ( kaka_wmr ):mohon penjelasan perbedaan antara wirausaha dengan join/menjadi mlm? Jawaban Narasumber :Anda harus perhatikan bahwa wirausaha itu bisa dilihat dari beberapa sudut pandang. Bisa sebagai sebuah profesi, sebagai sebuah nilai, atau pun sebagai spirit. Anda bisa jadi seorang wirausahawan, meski pun Anda masih bekerja di perusahaan orang lain. Jadi, seorang member mlm pun asalkan dia memang memiliki semangat wirausaha, maka di pun seorang wirausahwan. .Kita sering terjebak dengan terminologi, padahal itu sangat tidak kasat mata..Yang bersangkutan sendirilah yang tahu, apakah dia memiliki semangat kewirausahan atau tidak..Sebaliknya Anda bisa jadi seorang pengusaha, tapi sebenarnya Anda tidak memiliki jiwa wirausaha.
7. Question ( Pa roni ): pak rusman, terima kasih atas pencerahannyasy jadi diskusi dgn pak iim...jadi, kalau kita terima ide pak rusman ini..berarti kita tidak lagi mensyaratkan member TDA untuk menjadi full TDA, yg penting kan spiritnya ya pak?bagaimana pak?Jawaban Narasumber :Terima kasih kembali Pak Roni. saya salut sama TDA yang sangat kreatif. Ini terus terang pengalaman saya pertama kali mengikui tele conference di milis. Betul Pak roni, yang penting spiritnya..Question :tapi, di lapangan banyak ditemukan teman2 yg kesulitan dalam mengelola bisnis dgn statusnya yang sambilan itu pak,kasusnya adalah di TDA IT pimpinan pak Iim member yang full, biasanya berhasilsedangkan yang sambil bekerja alias ampibi, biasanya sulit berkembang pak...ini fakta di lapangan pak..di TDA IT hanya salah satunyaada juga kasus di TDA Garment, TDA Food, TDA Seluler, dsbnya...Jawaban :Itu benar sekali Pak Roni. Saya hanya mengakomodir bahwa untuk sebagian orang, langsung full TDA mungkin terlalu gampang. Perlu pentahapan.Jadi kalau seseorang sudah merasakan bahwa semi TDA itu terkendala, mudah2an ybs bisa memutuskan untuk terjun full kemudian.Singkatnya, itu merupakan pembelajaran bertahap sebagaimana di sekolah ada SD, SMP dst..
8. Question ( Pak Tono solo ) :kesuksesan kita adalah kesuksesan orang lain. Trus bagaimana kita memandang kompetitor secara luas?Jawaban Narasumber :Kompetitor adalah juga mitra bisnis..Hanya saja kompetitor ini ada dalam kutub yang berbeda. Tapi kompetitor itu perlu.Kompetitor merupakan motivator kita untuk terus berprestasi. Dalam beberapa kesempatan bahkan kita bisa bekerja sama dengan sang kompetitior

0 comments: